Thursday, September 3, 2009

Gempa Bumi Tasikmalaya, 2 September 2009 14.55 WIB (GMT+7)




Gempa bumi yang mengguncang sebagian besar Jawa Barat pukul 14.55 WIB (GMT +7), 2 september lalu ternyata masih menyisakan duka yang mendalam. Betapa tidak, pusat gempa yang berada di 142 KM barat daya Tasikmalaya (sumber: BMKG) ini telah banyak meluluh lantakkan bangunan - bangunan di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

Di Bandung sendiri gempa yang berdurasi sekira 2 menit telah membuat panik penghuni rumah, swalayan, mall dan terutama penghuni gedung - gedung bertingkat. Gempa bumi kali ini saya rasakan lebih dahsyat dan lebih lama guncangannya dibandingkan dengan getaran gempa bumi yang terjadi di bulan yang sama pada tahun 2007 lalu.

Gempa yang berkekuatan 7.3 skala Richter dengan kedalaman 30 KM (sumber:BMKG) ini terjadi karena gesekan lempeng benua India-Australia yang menggerus lempeng eurasia. Pergerakan ini rata - rata 7-10 Cm/tahun.

Magnitude7.0
Date-Time
Location7.778°S, 107.328°E
Depth50 km (31.1 miles)
RegionJAVA, INDONESIA
Distances95 km (60 miles) SSW of Bandung, Java, Indonesia
110 km (70 miles) SSE of Sukabumi, Java, Indonesia
115 km (70 miles) WSW of Tasikmalaya, Java, Indonesia
195 km (120 miles) SSE of JAKARTA, Java, Indonesia
Location Uncertaintyhorizontal +/- 6.6 km (4.1 miles); depth +/- 12.3 km (7.6 miles)
ParametersNST=213, Nph=213, Dmin=352.7 km, Rmss=1.1 sec, Gp= 29°,
M-type=teleseismic moment magnitude (Mw), Version=9
Source
  • USGS NEIC (WDCS-D)
Event IDus2009lbat

Ketika peristiwa gempa itu terjadi, saya sendiri memang panik. Meskipun sudah berulang kali mengikuti simulasi gempa bumi dan kebakaran, tetep aja kalo udah panik mah lupa semuanya. Langsung aja terbirit - birit lari ke arah pintu dan ke luar (meskipun tindakan ini sebenarnya keliru). Alhamdulullah selamat dan tidak ada kerusakan berarti di sekitar rumah, meskipun sedikit retak di beberapa titik.

Nah pada tanggal 3 September 2009 saya berkesempatan mengunjungi korban gempa bumi di daerah Banjaran kabupaten Bandung. Ternyata di daerah ini banyak sekali rumah yang rubuh sampai luluh lantak rata dengan tanah. Selain itu banyak juga jatuh korban jiwa dan luka - luka. Satu hal yang membuat miris adalah banyaknya korban tertimpa bangunan tidak memeriksakan diri ke rumah sakit. Kebanyakan dari mereka yang menderita patah tulang hanya dibawa ke dukun tukang urut. Berikut ini foto - foto rumah yang hancur di desa Pamucatan, Argasari - Banjaran kabupaten Bandung :







Nah, curiga dong. Kok bisa sih banyak banget rumah yang roboh/hancur sampai rata tanah? Selidik punya selidik ternyata faktor yang membuat banyaknya bangunan yang hancur di daerah ini adalah kelalaian pemilik rumah :
  • Fondasi yang kurang dalam
  • Bangunan tidak menggunakan konstruksi beton terutama di tiang penyangga
  • Pemasangan batu bata di dinding kurang tepat karena posisinya berdir, mengakibatkan dinding tipis
  • Campuran semen-pasir yang tidak tepat (terlalu banyak pasir) sehingga bangunan sangat fragile
Jadi kalo sudah begini lebih baik introspeksi diri, Alloh SWT pasti memberikan hikmah di setiap kejadian. Apakah bencana kali ini sebuah teguran atau memang hukuman? Nah, mumpung di bulan Ramadhan mari kita tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita kepada Alloh SWT.

4 comments:

iBloggered said...

[...]Ketika Gempa, Jangan Turun Lewat Tangga. Saat terjadi gempa, biasanya warga Jakarta yang berada di gedung-gedung pencakar langit langsung berhamburan menuju tangga darurat untuk turun ke halaman. Kebiasaan ini ternyata tidak benar. Sebab, tangga adalah bagian dari gedung yang paling tidak tahan gempa alias paling mudah runtuh[...]

q11901 said...

Miris melihat peristiwa ini. Aku jadi ingat saat-saat gempa Jogja dulu. Meski begitu terny6ata gempa padang ini jauh lebih dahsyat.

arif said...

gimana caranya mengubah subdomain menjadi domain

seperti http://k-on3.blogspot.com
menjadi www.k-on3.com

Rini Rahayu said...

saat gempa terjadi saya akan memasuki ruang operasi untuk proses melahirkan anak pertama.. ini suatu kenangan yang tidak terlupakan . anak saya dilahirakan pada saat gempa tasikmalaya. hampir mirip dengan kelahiran saya pada waktu gunung galunggung meletus tahun 1982.